CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Total Tayangan Halaman


Get this widget!

Senin, 22 Juli 2013

Celoteh: CINTA TAK HARUS MEMILIKI DAN PERLU PENGORBANAN


 
Ketika hati tak kuasa membendung rasa cinta ini maka segeralah mulut ini mengucapkannya, tapi sebelumnya mengapa diriku mengatakan ini cinta? Yah benar saja ini cinta, di rumah, di kampus, dll selalu terbayang wajahnya dan selalu namanya yang ku sebut. Cintakah itu?? Hingga tak sengaja mendengar bunga-bunga banyak yang menantikan si kumbang datang menjemputnya. langsung saja hati begitu sakit, mungkin bisa dibilang cemburu, dan mungkin ini benar-benar cinta.

Cinta…
Begitu bahagia merasakannya walau hanya singkat, ingatkah saat pertemuan pertama kita? Gugup dan keringat mengguyur, hehehe lebay memang kesannya. Depan Mini market, depan Kampus, di Kampus, Rumah sakit, dimana tempat-tempat itulah Allah mempertemukan kita baik sengaja atau tidak.
Cinta…
Ketahuilah hati dan jiwa ini bersyukur sempat mencintaimu walau hanya sejenak, sebelum engkau meminta sesuatu padaku, yakni menjaga PERSAHABATAN, ketika sahabatmu mencintaiku. Jika harus teriak, ingin sekali teriak. Ingin sekali complain kalau cinta tidak harus dipaksakan, dan tidak selamanya harus memiliki, tapi setelah dipikir-pikir untuk mendapatkan sesuatu yang sulit memang butuh pengorbanan, tapi walau tak mungkin untuk mendapatkan sesuatu tersebut maka pengorbanan itulah yang tetap dilanjutkan. Cinta… begitu sakit rasanya ketika kau memintaku untuk menjaga persahabatanmu, rasanya tidak adil, okee aku bisa menjaga persahabatanmu tapi tidak dengan perasaan ini. Hati ini menangis untuk yang pertama kali karenamu. Ketika harus mengorbankan perasaan untuk orang yang dicintai itu luar biasa menurutku, luar biasa sakitnya.
Jujur Aku merindukan masa-masa dulu, Hanya dengan waktu yang singkat untuk bisa mencintaimu dalam diam dan ketenangan jiwa. Tapi sekarang semua itu hilang sekejab dalam kedipan mata dengan ketenangan jiwa pula seperti tak pernah terjadi.
Cinta… aku tahu tak sedikitpun kau memiliki rasa yang sama, tapi setidaknya bisakah kau merasakan rasa ini walau hanya secuil? Aku tahu sikapmu yang ku rindukan ini hanya untuk menghargai perasaanku yang berlebihan.
Cinta… kau telah mengajarkanku untuk cuek dengan masalah ini, cuek dengan rasa ini, diam walau sebenarnyaa ada sesuatu yang mengganjal dimana tak ada satupun yang tahu. Berhenti mencintaimu memang jalan satu-satunya, tapi untuk melupakan sosokmu benar-benar sulit. Hingga waktupun terus berjalan, sikap dingin yang terjadi di antara kita, sehingga sedikit demi sedikit aku tak lagi merasakan hal seperti yang dulu.
Cinta… setelah aku terbiasa diam dalam harapanku, diam dalam pengorbananku, tiba-tiba sahabatku sepertinya mencintaimu. Walau tak secara langsung dia menyampaikannya, tapi begitu jelas dengan sikapnya padamu, dimana namamu yang selalu disebut olehnya dihadapanku, selalu dan selalu menceritakannya padakau setiap apa yang dialkuaknnya denganmu. Aku tahu semua sikapnya yang telah jatuh cinta padamu karena sudah pernah ku rasakan. Tapi dia tak tahu tentang rasaku padamu. Selalu namamu yang disebutnya, diapun berharap dirimu adalah jodohnya dan banyak lagi yang tak mampu kuutarakan padamu.

Sekarang aku sadar, jika harus memilih antara sahabat dan cinta, aku akan memilih sahabat, toh kalau jodoh, cinta pasti akan datang kembali. Aku siap dan pasrah jika sahabatku mencintaimu, walau sakit benar rasanya. Cintaaaaa,,, tapi kenapa yang mencintaimu harus sahabatku? begitukah yang kau rasakan dulu walau hanya sedikitpun? Air mata akan selalu menetes apabila sahabatku selalu menyebut namamu, tersenyum dalam kesedihan jika harus mendengar namamu dari setiap obrolanku dengannya. Inilah air mata yang kedua karenamu. Sakitnya menusuk jika harus menerima kenyataan bahwa CINTA TAK HARUS MEMILIKI DAN PERLU PENGORBANAN.